Rabu, 06 Oktober 2010

Pengaruh-Pengaruh E-BUSSINES atas Proses Bisnis



Pengaruh-Pengaruh E-BUSSINES atas Proses Bisnis

Electronic data interchange (EDI) adalah protocol standar untuk secara elektronik mentransfer informasi antar-organisasi serta dalam berbagai proses bisnis. program EDI ada sejak tahun 1970. Karena biaya yang cukup tinggi, hingga saat ini penggunanya hanya terbatas pada perusahaan-perusahaan besar. Dua perkembangan baru, yaitu internet dan XML ( eXtensible Markup Language ) telah menyingkirkan halangan ini. Internet meniadakan kebutuhan atas pemakaian jaringan khusus milik pihak ke tiga untuk mentransmisikan pesan EDI, sedangkan ebXML ( perbaikan lebih jauh dari XML ) fitur ini meniadakan kebutuhan atas software khusus untuk menerjemahkan dokumen yang dibuat oleh perusahaan yang berbeda, sehingga mampu memberikan alternatif yang lebih mudah dan murah dari EDI sebagai alat untuk ikut serta dalam e-business.

Untuk mendapatkan seluruh manfaat EDI membutuhkan integrasi antara EDI dengan SIA.

Gambar 3.1 menggambarkan perbedaan antara sistem EDI yang terintegrasi dengan yang berdiri sendiri.


Gambar 3-1. Sistem EDI yang berdiri sendiri vs yang terintegrasi

EDI, Internet dan komunikasi nirkabel tingkat lanjut mengurangi biaya dan meningkatkan kecepatan dan akurasi proses bisnis yang dijalankan. Seperti yang diperlihatkan dalam table 3-2 dibawah ini.

Rantai Nilai ­­– Aktivitas Utama Peluang E-Business

Inbound logistics Akuisisi Produk yang dapat didigitalkan

Operasi

Outbound logistics

Penjualan dan Pemasaran

Pelayanan dan Dukungan Purnajual

Pengurangan persediaan penyangga

(Inventory buffer)

Produksi yang lebih cepat, lebih akurat

Distribusi produk yang dapat didigitalkan

Pelacakan status berkelanjutan

Peningkatan pelayanan ke pelanggan

Pengurangan biaya iklan

Periklanan dengan lebih efektif

Mengurangi Biaya

Ketersediaan pelayanan 24/7

Rantai Nilai-Aktivitas Pendukung Peluang E-Business

l Identifikasi sumber dan lelang terbalik (reverse auction)

l Pelayanan mandiri karyawan

l EFT, FEDI, pembayaran elektronik lainnya.

l Pembelian

l Sumber daya Manusia

l Infrastrukur

Tabel 3-2. Pengaruh E-Business atas Aktivitas-aktivitas Rantai Nilai

Pembelian dan Inbound Logistic

Internet dapat meningkatkan aktivitas pembelian dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga berbagai macam produk ditingkat dunia. Hal tersebut membantu memberi masukan kepada perusahaan untuk negosiasi harga yang lebih baik dan mengurangi jumlah keragaman pemasok, sehingga menyederhanakan aktivitas pembelian dan, selanjutnya memotong biaya.

Lelang terbalik( reverse auction ) yaitu para pemasok berlomba-lomba mengajukan harga melawan harga rekan mereka untuk menyediakan barang atau pelayanan, memberikan peluang untuk mewujudkan penghematan biaya tambahan untuk beberapa jenis produk.

Setelah sumber barang dan pelayanan telah diidentifikasi. TI memberikan beberapa peluang untuk meningkatkan kegiatan utama rantai nilai yang terkait dengan inbound logistics. Akses atas informasi yang lebih akurat dan tepat waktu tenang status pengiriman memungkinkan organisasi untuk mengurangi jumlah persediaan penyangga/penahan ( inventory buffer ) yang dimilikinya. Untuk produk-produk yang dapat didigitalkan, seperti buku,CD, Software dan informasi, seluruh fungsi inbound logistics dapat dilakukan secara elektronik. Hal ini menghasilkan penghematan yang luar biasa.

Operasi Internal, Sumber Daya Manusia, dan Infrastruktur

Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat meningkatkan efisiensi operasi internal. Teknologi nirkabel digunakan untuk mengirim intruksi perakitan ke robot perakit, bukan dengan menyuruh para pekerja untuk memasukan data tersebut. Peningkatan akses ke informasi dapat meningkatkan perencanaan.

Kemajuan dalam teknologi jaringan dan komunikasi dapat meningkatkan efisiensi penting dari infrastruktur organisasi yaitu pada proses perhitungan akuntansi dan akuntansi yang tepat dalam hal pembayaran dari pelanggan.

Berikut gambar 3-2 penggunaan EDI untuk bertukar informasi hanya pada bagian dari hubungan pembeli-penjual dalam business-top business e-commerce. Transaksi yang lengkap harus mencakup pertukaran dana untuk membayar barang atau pelayanan yang dibeli. Electronic funds transfer(EFT) merujuk pada proses pembayaran tunai scara elektronik,dari pada menggunakan cek. EFT dicapai melalui sistem perbankan yaitu jaringan Automated Clearing House (ACH). Financial Electronic data interchange (FEDI) mengatasi masalah dengan mengintegrasikan pertukaran dana (EFT) bersama dengan pertukaran informasi lainnya yang berhubungan dengan transaksi (EDI).

Financial value-added network (FVAN) adalah organisasi independent yang menawarkan hardware dan software khusus untuk memungkinkan hubungan antara berbagai jenis EDI dengan jaringan ACH sistem perbankan yang dipergunakan untuk EFT. Application service provider (ASP) adalah perusahaan yang menyediakan akses ke dan pemakaian atas program aplikasi melalui internet. ASP memiliki dan megelola software-nya organisasi yang memiliki kontak mengakses dan mempergunakan software dari jarak jauh melalui internet.


Gambar 3-2 Arus informasi dalam e-commerce

Keuntungan dari model ASP adalah potensi penghematan biaya, sedang kerugian dari ASP adalah risiko yang berhubungan dengan ketergantungan pada pihak ketiga untuk menyediakan pelayanan bisnis yang penting.

Faktor-faktor yang Dipertimbangkan Ketika mengevaluasi ASP-ASP

Potensi Manfaat Kekhawatiran

l Kelangsungan ASP

l Keamanan dan provasi data

l Penyediaan dan kejelasan pelayanan

l Dukungan yang tidak memadai atau tingkat respons yang rendah atas masalah

l Pemakaian software standar yang mungkin tidak sesuai untuk memenuhi semua kebutuhan khusus.

l Menurunkan biaya

l Upgrading otomatis atas versi software yang telah ada

l Membutuhkan staf teknologi informasi lebih sedikit

l Mengurangi kebutuhan atas

hardware

l Fleksibilitas

l Pengakuan

l Keamanan dan privasi data

Contoh Faktor-faktor yang Dimasukkan dalam Perjanjian tingkat Pelayanan:

l Spesifikasi terinci tentang kinerja ASP yang diharapkan (waktu operasi, frekuensi backup, penggunaan enkripsi, pengendalian akses data, dan lain-lain).

l Tuntutan, termasuk penalty keuangan, atas kegagalan ASP memenuhi tingkat pelayanan yang dikontrak.

l Kepemilikan data yang disimpan dalam ASP (organisasi harus mempertahankan kepemilikan untuk memungkinkan akses dalam situasi ASP keluar dari bisnis).

Penjualan dan Pemasaran

Pengaruh e-business yang paling nyata adalah aktivitas penjualan dan pemasaran organisasi.Perusahaan dapat menciptakan catalog elektronik di Website mereka untuk mengotomasikan input pesanan penjualan. E-business dapat meningkatkan efektivitas pengiklanan dan mengurangi biayanya. Menyesuaikan pesanan penjualan dengan tiap pelanggan, meningkatkan efektivitas iklan.

Pelayanan dan Dukungan Purnajual

E-business dapat meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke para pelanggan. Contohnya mengatur Web page untuk memastikan bahwa setiap pelanggan menerima informasi yang konsisten.

Jumat, 28 Mei 2010

kebudayaan irianjaya

Pariwisata Irian Jaya:
Dari Dasar Laut sampai Puncak Salju Abadi


EMPAT belas kabupaten/kota di Irian Jaya mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri. Ada wisata bahari dengan keindahan taman laut, wisata budaya, sejarah, fauna, dan flora. Sayang, semuanya belum digarap secara profesional. Semuanya masih alamiah dan penduduk di wilayah pedalaman masih terkesan sangat primitif.Sampai tahun 1962 Jayapura disebut Hollandia, kemudian berubah menjadi Kota Baru, Soekarnoputra, dan akhirnya Jayapura. Di sana terdapat sebuah museum menyediakan seluruh budaya di Irja seperti ukiran dari berbagai kabupaten, alat perang, alat pertanian tradisional, perahu adat, tenunan adat, tarian, alat dapur nenek moyang dari batu dan kayu, ritus-ritus, dan peninggalan purbakala.

saljuirian.jpg (17051 bytes)

Terdapat tugu Jenderal Douglas McArthur peninggalan Perang Dunia II di Sentani. Tentara sekutu pada tahun 1942 telah menjadikan Jayapura sebagai basis kekuatan tentara di Pasifik Selatan melawan Jepang yang bermarkas di Biak. Jayapura pada masa Perang Dunia II menjadi pusat kegiatan intelijen tentara Sekutu.

Di sebelah utara monumen McArthur, pada ketinggian 325 meter terdapat dataran Pegunungan Cyclops dengan puncak Gunung Dofonsoro. Daerah ini sangat indah dan menjadi pangkalan pertahanan McArthur.

"Dari puncak Cyclops dapat dipantau Danau Sentani dengan air yang bening biru. Danau seluas 9.670 hektar sebagai tempat mata pencarian penduduk Sentani dan sekitarnya. Di danau itu dijadikan tempat rekreasi, memancing dan berlayar santai," kata Kasi Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Irja Dra Fidella Retob.

Terdapat monumen peringatan pendaratan tentara Sekutu pertama 22 April 1944 di Pantai Hamadi, dipimpin Jenderal Douglas McArthur. Di Taman Imbi, terdapat monumen peringatan Komodor Yos Sudarso yang gugur di Laut Aru melawan tentara Belanda.

Ditemukan pula Pantai Base G dengan pasir putih berhampar luas dan laut yang tembus sinar Matahari sampai ke dasar. Base G sebagai pusat logistik tentara Sekutu.

Taman buaya ditemukan di Entrop, lima kilometer dari Kota Jayapura. Di taman itu ditemukan sekitar 25.000 ekor buaya Irian.

Teluk Yotefa, di sekitar teluk ini ditemukan tiga kampung tua disebut Engros, Tobati, dan Nafri. Dari tiga kampung ini ditemukan adat dan tradisi tua yang sangat khas seperti pemilihan ketua adat, adat perkawinan, dan adat membangun rumah.

Terdapat gelanggang remaja untuk rekreasi, mancing ikan, olahraga, dan lomba dayung perahu tradisional di Danau Sentani. Upacara-upacara adat di danau Sentani menjelang pernikahan dan setelah kematian.

***

DARI Jayapura terus berlayar dengan perahu menuju Biak. Di sana terdapat upacara adat disebut Wor Barapen, sebuah kebiasaan kaum muda dan orangtua untuk menginjak batu karang tajam yang sudah dibakar. Seorang pimpinan spritual dengan kemampuan magis membacakan doa bagi orang lain yang sedang berjalan di atas batu-batu itu. Jika kaki terluka, orang itu terlalu banyak dosa.

Adat perkawinan tradisional yang disebut orang Biak Munara Yakyaker Purbakbuk. Yakyaker artinya membiarkan seorang pengantin wanita pergi ke kediaman pengantin pria. Ini merupakan perayaan adat terbesar selama hidup di Biak, dirayakan sampai tujuh hari.

Taman Burung di Desa Rim, Kecamatan Biak Timur. Banyak burung khas Irja dan burung-burung langka di Indonesia dapat ditemukan di taman burung Rim dengan luas dua hektar.

Kepulauan Padaido terdiri dari 30 buah pulau kecil dan besar disebut Pulau-pulau Schouten seorang berkebangsaan Belanda. Pulau itu ditemukan tahun 1602.

Padaido memiliki keindahan taman laut berkelas dunia. Laut yang jernih dengan berbagai tumbuhan laut termasuk terumbu karang di dalamnya. Dua pulau kecil paling indah yakni Ureb dan Mansurbabo dengan terumbu karang, pantai pasir putih sepanjang bibir pantai. Sinar Matahari dapat menembus air laut sampai ke dasar laut. Kepulauan Padaido dapat digunakan diving, menyelam dan menyaksikan coral di dalam dasar laut.

Kepulauan Padaido (Biak) memiliki taman laut berkelas dunia. Pagi hari, ketika Matahari menukik di balik bukit Padaido, sinar Matahari mulai memancar indah ke dasar laut. Segala tumbuh-tumbuhan laut, ikan, dan terumbu karang dapat dipantau dari darat. Dasar laut dengan pasir putih membuat panorama di perairan Padaido semakin asyik dinikmati.

Dennis Orchid Park adalah taman di depan Kepulauan Padaido yang menyediakan tumbuh-tumbuhan alamiah khas di Biak. Berbagai jenis anggrek dapat ditemukan di taman itu, di Desa Sumberker. Anggrek tersebut merupakan asli Irja dan tidak pernah dicampur zat kimia lain.

Pantai Imfendi terletak di Desa Adoki. Pantai tropis ini sangat indah untuk rekreasi dan santai. Terdapat hamparan pasir putih dengan air laut yang bening.

Sungai Biru yang mengalir di dalam terowongan (goa) sampai ke laut. Di dalam goa itu ditemukan stalaktit dan stalagmit. Sungai ini terdapat di Desa Parai.

Di Biak ditemukan Museum Cenderawasih yang berisikan benda-benda tradisional dan adat budaya khas Biak, senjata Perang Dunia II dari Jepang dan Sekutu, patung tradisional dari kayu menggambarkan nenek moyang Biak Numfor serta suku-suku di Biak.

Di sana juga terdapat goa Jepang berisikan sejumlah tengkorak Jepang. Tengkorak Jepang ini menjadi obyek wisata yang menarik. Banyak warga Jepang sebelum krisis moneter, datang ke Biak melihat goa Jepang. Sekitar 5.000 serdadu Jepang mati terbunuh di dalam goa itu. Kedalaman goa itu sampai 100 meter.

***

YAPEN Waropen dikenal sebagai salah satu kabupaten yang bersejarah di Irian Jaya. Di tempat ini Dr Sam Ratulangi dibuang. Kemudian ia mengumpulkan para pemuda di Serui untuk membangun kekuatan melawan Belanda. Salah satu putra Serui yang bekerja sama dengan Sam Ratulangi mengusir Belanda adalah Silas Papare. Serui sebagai pusat perjuangan rakyat Irja merebut kemerdekaan bersama Indonesia.

Ditemukan kelompok masyarakat tradisional Serui yang tinggal di permukaan laut dengan membuat gubuk-gubuk dari kayu-kayu. Sagu adalah makanan khas kelompok suku ini dengan suguhan khas yang disebut Sagu Forna.

Pantai Mariadei dan Pantai Aromarea memiliki pasir putih, laut bening, dan tempat rekreasi penduduk lokal setiap hari libur. Pada sore hari situasi pantai sangat ramai dikunjungi masyarakat. Di sini juga terdapat terumbu karang yang sangat indah.

Terdapat tiga telaga biru, dekat Desa Saranwandori sehingga disebut telaga biru Saranwandori. Di sekitar itu terdapat air terjun Haribi dengan ketinggian 10 meter.

Sisa-sisa Perang Dunia II juga terdapat di Kabupaten Manokwari. Kabupaten ini memiliki sebuah gunung seperti meja disebut Gunung Meja, yang dipakai tentara Jepang sebagai pusat pertahanan. Di sekitar itu terdapat lokasi yang sangat cocok untuk hiking, piknik, dan rekreasi.

Pulau Mansinam yang bersejarah di Manokwari terletak di Teluk Doreri dengan sejumlah monumen peringatan iman kepercayaan Kristiani pertama masuk Irja. Injil pertama masuk di pulau itu 5 Februari 1855 oleh dua misionaris barat yakni Otto (Belanda) dan Geisler (Jerman). Kini dibangun sekolah Theologia Otto dan Geisler di Jayapura.

Di Mansinam ditemukan sebuah sumur tua di samping kuburan kedua misionaris asing itu. Di sebelah utara pulau Mansinam terdapat taman laut yang indah dengan pantai pasir putih sepanjang pulau itu. Hutan asli dengan beranekaragam pohon sebagai tempat hunian satwa liar seperti burung cenderawasih, kuskus, kanguru, dan kasuari.

Sorong berasal dari kata Biak berarti laut terdalam, karena orang Biak pertama yang menemui daerah ini sebelum Belanda tiba di Irja. Sorong pernah dibawah kekuasaan Sultan Key Raha dari Tidore. Tahun 1932 sebuah perusahaan minyak Belanda memulai eksploitasi minyak di Klamone dan membangun permukiman di Sorong. Sebelum tahun 1969 Sorong menjadi sub bagian dari Kabupaten Manokwari.

Sorong memiliki pantai pasir putih yang luas, dan indah terutama di daerah kepala burung dan sekitarnya. Di sana banyak warga lokal mengunjungi daerah itu pada hari libur dan sore hari. Mereka juga menggelar kerajinan tradisional dan makanan ringan di pantai itu.

Disamping itu ada tebing (batu karang) yang dapat digunakan untuk diving. Ditemukan terumbu karang di dasar laut dengan taman laut yang indah. Pesisir pantai dihiasi hutan bakau. Di Pantai Jamursba Medi terdapat penyu belimbing dengan panjang 1,5 meter.

Terdapat 600 pulau kecil dengan keunikan masing-masing. "Kita dapat berlayar dari pulau yang satu ke pulau lain sambil menikmati taman laut yang indah dengan air laut yang bening. Monumen Arfak peringatan Perang Dunia II, sebuah patung dari perunggu simbol kekuatan Shinto juga ada di sini," ujar Retob.

Di Pulau Waigeo, terdapat sejumlah burung indah di Irja seperti cenderawasih, kakatua hitam, betet, nuri, dan seterusnya. Butuh waktu lima jam dengan speed boat dari Sorong menuju pulau itu. Pulau ini belum banyak dihuni penduduk sehingga masih banyak ditemukan binatang-binatang khas Irja.

Selain itu Fakfak yang didirikan 16 November 1900 atas perintah Gubernur Belanda waktu itu dan diperingati sampai hari ini sebagi hari lahir Fakfak. Setiap 16 November Fakfak diperingati dengan berbagai tarian adat, lagu-lagu daerah, olahraga, dan lomba dayung. Di pantai Fakfak ditemukan bekas tapak tangan di wadas di pesisir pantai yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1800-an.

Di Fakfak ditemukan sejumlah meriam peninggalan Perang Dunia II di Desa Sisir, Kecamatan Kokas. Di sana ditemukan juga goa Jepang yang digunakan untuk tempat persembunyian para tentara Jepang.

Di Kecamatan Kaimana ditemukan sejumlah relief kuno seperti sejumlah goa tua, kerangka burung garuda di Desa Lobo. Di kaki bukit Lobo dapat ditemukan sebuah salib dari garnisum tua disebut "Fort du Bois" didirikan Belanda tahun 1838. Dapat dilihat buaya dan ikan paus serta taman mutiara yang indah di Pantai Kaimana. Ingat lagu Senja di Kaimana.

Taman Nasional Laurentz terletak di Paniai, Puncak Jaya, Jayawijaya, dan Merauke. Di Puncak Jaya atau puncak Cartenz terdapat puncak salju abadi. Puncaknya bertudung es. Puncak Jaya ini tadinya disebut puncak Cartenz, sebuah puncak gunung yang ditemukan oleh orang Belanda tahun 1678.

Puncak Cartenz dengan tudung es abadi di puncaknya merupakan satu-satunya keindahan alam yang ada di Asia Tenggara. Mampukah kita merawat dan memelihara keajaiban alam ini bagi anak cucu ? (Kornelis Kewa Ama)

kebudayaan MALUKU



Kaum

Kaum Maluku merupakan salah satu suku kaum Melanesia Pasifik, yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Lautan Pasifik.

Banyak bukti kuat yang merujuk bahawa Maluku memiliki ikatan tradisi dengan bangsa-bangsa kepulauan Pasifik, seperti bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, serta perangkat peralatan rumah tangga, dan alat musik khas, contohnya Ukulele (yang terdapat pula dalam tradisi budaya Hawaii).

Mereka lazimnya mempunyai kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, dan profil tubuh yang lebih atletik berbanding dengan kaum-kaum lain di Indonesia, kerana mereka merupakan suku kaum kepulauan yang mana aktiviti laut seperti berlayar dan berenang merupakan kegiatan utama bagi kaum pria.

Pada masa kini, banyak di antara mereka yang sudah memiliki darah campuran dengan suku lain, perkahwinan dengan suku Minahasa, Sumatra, Jawa, bahkan dengan bangsa Eropah (lazimnya Belanda) sudah lazim pada masa kini, dan melahirkan keturunan-keturunan baru, yang mana sudah bukan kaum Melanesia tulen lagi.

Bahasa

Bahasa Melayu Ambon merupakan salah satu bentuk bahasa Melayu, begitu juga dengan Bahasa Indonesia. Sejak dahulu kala Bahasa Melayu teragih dan dipakai penutur-penuturnya di beragam daerah di Indonesia dan Asia Tenggara, seperti:

Sejarah Bahasa Melayu Ambon dan Bahasa Indonesia Baku

Bahasa Melayu berasal dari barat Indonesia (dulu disebut barat Nusantara) dan telah berabad-abad menjadi bahasa antara suku di seluruh kepulauan Nusantara. Sebelum bangsa Portugis menjejaki Ternate pada tahun 1512, bahasa Melayu telah digunakan di Maluku sebagai bahasa perdagangan.

Bahasa Melayu Ambon berbeza dengan bahasa Melayu Ternate kerana pada zaman dahulu suku-suku di Ambon dan yang tentunya mempengaruhi perkembangan bahasa Melayu Ambon sangat berbeza dengan suku-suku yang ada di Ternate. Misalnya bahasa Melayu Ambon mendapat banyak dipengaruhi oleh bahasa Melayu Makassar. Kemudian pada abad ke-16, Portugis menjajah Maluku sehingga banyak kosa kata bahasa Portugis memasuki bahasa Melayu Ambon. Akhirnya orang Belanda memasuki Maluku, sehingga ada banyak kosa kata serapan daripada bahasa Belanda yang diterima ke dalam bahasa Melayu Ambon. Pada zaman Belanda inilah, bahasa Melayu Ambon dipakai sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah, di gereja-gereja, dan juga dalam terjemahan beberapa kitab dari Alkitab. Bahasa Indonesia yang baku[1] biasanya digunakan di seluruh Republik Indonesia dalam situasi rasmi, atau dengan kata lain dalam konteks formal, seperti di sekolah-sekolah dan di kantor-kantor pemerintah.

Perbezaan antara Bahasa Melayu Ambon dan Bahasa Indonesia Baku

Silahkan merujuk pada

  1. R.Bolton, M. Riupassa dan J. Tjia. Pedoman Membaca dan Menulis Bahasa Ambon (Edisi Percobaan) (booklet). Mei 2005. 24 Halaman
  2. Don van Minde. Melayu Ambong: Phonology, Morphology, Syntax. Penerbit: Research School CNWS, Leiden University. The Netherland: 1997. 390 Halaman. ISBN 90-73782-94-5

Agama dan Kepercayaan

Kebanyakan penduduk di Maluku memeluk agama Kristian atau Islam. Hal ini disebabkan oleh pengaruh penjajahan Portugis dan Sepanyol sebelum Belanda yang telah menyebarkan agama Kristian, dan pengaruh Kesultanan Ternate dan Tidore yang menyebarkan agama Islam di wilayah Maluku serta Pedagang Arab di pesisir Pulau Ambon dan sekitarnya sebelumnya. Namun sebelum kedua agama besar tersebut masuk maluku, bangsa Maluku percaya akan nenek moyang serta roh-roh nenek moyang. Dari tutur beberapa kampung dan suku di Pulau Seram (baik yang Nasrani maupun Muslim), terbetik kisah kepercayaan kuno (ancient) yaitu NUHU. Atau dengan kata lain mereka percaya akan mithology banjir besar, manusia memiliki satu bahasa dari awalnya (serta kejadian Menara Babel), dll. Dari buku-buku Kebudayaan yang diterbitkan P & K sendiri tentang suku Wamale dan Alune (di Pulau Seram bagian barat) ada kisah tersediri. Dan terakhir dari Roy Elen (Cambridge University) telah menerbitkan klasifikasi binatang menurut suku Nuaulu (di Seram Tengah). Tutur rakyat di Manusela selalu mengarah kepada Nuhu (atau kesejajaran dengan kisah dari Kitab-Kitab Suci agama-agama besar), batas-batas suku-suku besar tersebut ditentukan dengan KERINGnya muka air dari permukaan bumi! Kemiripan ini juga terjadi dengan suku-suku melanesia lainnya di Hawaii, serta kemiripan nama seperti Waikiki di Hawaii dengan nama-nama kampung di Pulau Seram dan Pulau Buru (Maluku). Di Seram ada juga kampung yang bernama Sawai dan Wahai. [Referensi Roy Elen Thn:2000an, Buku P&K Tahun: 1980an.

Ketika agama-agama besar masuk, mereka (pimpinan agama ybs.) sangat terkejut melihat beberapa suku sudah duluan mengenal kisah Nuh dan banjir besar. Kesimpulan: Ini menambah khazanah suku-suku/bangsa-bangsa lainnya didunia yang memiliki kisah Nuh. Seperti bangsa Irak, Cina, Hawaii, India dll.

kebudayaan Nusatenggara


Mataram, Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Barat

Peta Propinsi NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terletak di kepulauan Nusa Tenggara dengan dua pulau terbesarnya yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, selain itu masih terdapat pulau-pulau kecil lainnya. Provinsi ini memiliki enam kabupaten dan satu kotamadya dengan luas 20.153 Km2 dengan Mataram sebagai ibukotanya. Wilayahnya di utara berbatasan dengan Laut Jawa, di selatan dengan Samudera Hindia, di timur dengan Selat Sepadan di barat dengan Selat Lombok.

Penduduk propinsi terdiri atas beberapa suku asli maupun pendatang. Suku bangsaasli di Pulau Lombok adalah suku bangsa Sasak. Orang Sasak berdiam di seluruhPulau Lombok. Perkampungan tradisional mereka sekarang dapat dijumpai di Sukarare, 24 kilometer dari Mataram. Perkampungan ini umumnya dibangun di atas bukit, dikelilingi rumpun-rumpun bambu. Mereka terkenal ramah dan terampil mengerjakan kain tenun ikat.

Di Pulau Sumba, suku bangsa yang dianggap penduduk asli adalah suku bangsa Sumbawa dan suku bangsa Bima. Selain itu terdapat juga suku bangsa Bali, yang menurut catatan sejarah, sudah ada di NTB sejak abad ke-17, mendiami sekitar Mataram dan Cakranegara.

Propinsi NTB menjadi tempat bertemunya tiga kebudayaan besar di Nusantara; kebudayaan Jawa Kuno, Islam dan Hindu Bali. Pulau Lombok mempunyai budaya yang khas. Ini bisa dilihat dari bangunan bercorak Hindu Bali dapat dijumpai di Mataram. Taman Narmada, didirikan Anak Agung Gde Ngurah Karangasem pada 1727, adalah duplikat danau Segara Anak. Taman ini dibuat ketika sang raja sudah terlalu tua untuk mempersembahkan kurban ke puncak Gunung Rinjani. Di taman ini terdapat mata air awet muda dan sebuah pura Hindu untuk memuja Dewa Shiwa.

Bangunan bercorak Hindu yang telah terpengaruh Jawa Kuno dan Islam ada di taman Mayura, Cakranegara. Upacara adat maupun keagamaan di PulauLombok menampakkan ciri khas yang menunjukkan budaya tersebut melebur dengan kebudayaan Hindu dan Islam. Misalnya upacara perang ketupat, diselenggarakan tiap tahun antara Oktober dan Desember di Pulau Lingsar untuk memohon datangnya hujan dan kemakmuran. Upacara ini lebih bercorak Hindu Bali, tetapi ketupat merupakan atribut masyarakat Islam tradisional.

Propinsi ini sangat potensial dalam bidang pariwisata. Bukan saja panorama alamnya yang indah, atraksi kebudayaan daerah, peninggalan kuno, dan adat istiadatnya pun memukau. Selain pantai-pantainya yang indah, juga terdapat Danau Segara Anak yang elok di Puncak Gunung Rinjani. Untuk menikmati matahari tenggelam, orang bisa melakukannya dari Pura Segara, di bibir pantai Selat Lombok, Pura Batu Bolong dan Pura Peng Song, yang dibangun di atas sebuah bukit.

Pada zaman kuno, wilayah yang sekarang merupakan wilayah propinsi NTB dikuasai oleh beberapa kerajaan kecil. Menurut babat Lombok, kerajaan pertama dan tertua di Lombok adalah Desa Laek, yang hampir seluruh penduduknya menganut animisme. Penduduknya kemudian menyebar dan membangun negeri baru (Pamatan).

Pemimpin Pamatan adalah seorang raja yang dibantu patih, demang demung, tumenggung rangga, nyaka, lurah, dipati dan jangka. Kemudian masuklah Kerajaan Majapahit dan NTB menjadi bagian dari kerajaan yang berpusat di Pulau Jawa itu. Mahapatih Majapahit yang termasyhur, Gajah Mada, menurut catatan daun lontar pernah datang ke Lombok pada 1344.

Pada awalnya Nusa Tenggara Barat ini menjadi satu propinsi bersama dengan Bali, Sumba, dan Flores sampai Timor yang kemudian dikenal dengan nama Sunda Kecil. Ibukota propinsi Sunda Kecil ini adalah Singaraja. Baru pada 15 Agustus 1958 propinsi itu dimekarkan menjadi propinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat .

Cuaca yang kering dengan hujan yang relatif jarang turun karenanya banyak kawasan di NTB merupakan kawasan padang rumput atau sabana. Pertanian sawah tidak terlalu produktif di wilayah ini di bandingkan dengan daerah lain di Jawa atau Bali. Penduduk juga menanam kopi, kelapa, kapas dan tembakau.

kebudayaan bali

Budaya

Musik

Seperangkat gamelan Bali.

Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam tehnik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya Gamelan Jegog, Gamelan Gong Gede, Gamelan Gambang, Gamelan Selunding, dan Gamelan Semar Pegulingan. Adapula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben, serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda, serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong, dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling mempengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.

Tari

Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok; yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung, dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.[7]

Pakar seni tari Bali I Made Bandem[8] pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan, dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged, serta berbagai koreografi tari modern lainnya.

Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

Penari belia sedang menarikan Tari Belibis, koreografi kontemporer karya Ni Luh Suasthi Bandem.
Pertunjukan Tari Kecak.

Tarian wali

Tarian bebali

Tarian balih-balihan

Pakaian daerah

Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.

Pria

Anak-anak Ubud mengenakan udeng, kemeja putih dan kain.

Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:

  • Udeng (ikat kepala)
  • Kain kampuh
  • Umpal (selendang pengikat)
  • Kain wastra (kemben)
  • Sabuk
  • Keris
  • Beragam ornamen perhiasan

Sering pula dikenakan baju kemeja, jas, dan alas kaki sebagai pelengkap.

Wanita

Para penari cilik mengenakan gelung, songket dan kain prada.

Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:

  • Gelung (sanggul)
  • Sesenteng (kemben songket)
  • Kain wastra
  • Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada
  • Selendang songket bahu ke bawah
  • Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam
  • Beragam ornamen perhiasan

Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap.


Budaya

Kelompok etnis



Suku Sambas

Sukubangsa Sambas
Jumlah populasi

kurang lebih ?juta.

Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan
Kabupaten Sambas
Bahasa
Indonesia, Melayu, dan lain-lain.
Agama
Islam (80 %), Kristen (20%)
Kelompok etnis terdekat
Dayak, Mongondow

Suku Sambas adalah suku yang berada di kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas terkenal dengan sebuah peninggalan sejarah yaitu sebuah keraton peninggalan kerajaan Sultan Sambas. Penduduknya mayoritas melayu, dan berbahasa melayu. Sebagian besar bahasa yang digunakan adalah sama, namun seiring perkembangan zaman, bahasa suku ini banyak menyerap bahasa dari bahasa Indonesia. Bahasa Melayu sangat mudah dipahami, apalagi bagi orang yang mendengar orang Betawi berbicara, karena kurang lebih bahasa Betawi dan Melayu sama, misalnya: Seseorang berbicara, "Kamu mau ke mana?", jika dalam bahasa melayu "Kau nak ke mane", (penyebutan "e" dalam bahasa melayu, sedangkan bahasa suku Sambas membunyikan "e" seperti bunyi pada kata "lele". Keunikan lain dari bahasa Melayu Sambas adalah pengucapan huruf ganda seperti dalam Bahasa [Melayu] Berau di Kalimantan Timur, seperti pada kata 'bassar' (artinya besar dalam bahasa indonesia).

Suku Sambas merupakan suku baru yang muncul dalam sensus tahun 2000 dan merupakan 12% dari penduduk Kalimantan Barat, sebelumnya suku Sambas tergabung ke dalam suku Melayu. Sehubungan dengan hal tersebut kemungkinan "Dialek Melayu Sambas" meningkat statusnya dari sebuah dialek menjadi bahasa kesukuan yaitu Bahasa Suku Sambas.


Bahasa Sambas

Melayu Dialek [Melayu] Sambas Berau Banjar Brunei
orang urang urang urang uang
tengah tangah tangah tangah tangah
besar bassar bassar basar basar
emak ummak - uma - -
air ae' air banyu/aing aing
rakit lanting lanting lanting lanting
karat besi tagar tagar tagar tagar
yang nang yang nang yang
bungsu bussu busu busu -


Suku Kutai atau Melayu Kutai Tenggarong adalah suku asli di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kebudayaan Kutai berawal sejak berdirinya Kerajaan Kutai pada abad IV yang merupakan kerajaan Hindu pertama di Nusantara dengan rajanya yang terkenal, Mulawarman.

Kemudian berlanjut dengan Kesultanan Kutai dengan sultan terakhir Aji Parikesit. Setelah kekosongan yang lama telah diadakan penabalan sultan baru yaitu Aji Solehudin.

Suku Kutai terdiri atas 4 subetnis yaitu :

  1. Kutai Tenggarong di Tenggarong, Kutai Kartanegara
  2. Kutai Kota Bangun di Kota Bangun, Kutai Kartanegara
  3. Kutai Muara Ancalong di Muara Ancalong, Kutai Timur
  4. Kutai Muara Pahu di Muara Pahu, Kutai Barat

Menurut situs "Joshua Project" suku Melayu Kutai Tenggarong berjumlah 314.000 jiwa.

Suku Kutai lainnya adalah Melayu Kutai Kota Bangun. Menurut situs "Joshua Project" suku Melayu Kutai Kota Bangun berjumlah 81.000 jiwa.

Bahasa Kutai terbagi ke dalam 3 dialek yang letaknya tidak saling berdekatan :

  1. Kutai Tenggarong ( vkt )
  2. Kutai Kota Bangun ( mqg )
  3. Kutai Muara Ancalong ( vkt )

Disamping memiliki beberapa persaamaan kosa kata dengan bahasa Banjar, Bahasa Kutai juga memiliki persamaan kosa kata dengan bahasa Iban, misalnya :

Menurut kepercayaan penduduk, daerah Kutai dulunya dihuni oleh 5 puak, yaitu:

  1. Puak Pantun yang tinggal di sekitar Muara Ancalong, Kutai Timur dan Muara Kaman, Kutai Kartanegara
  2. Puak Punang yang tinggal di sekitar Muara Muntai, Kutai Kartanegara dan Kota Bangun
  3. Puak Pahu yang mendiami daerah sekitar Muara Pahu, Kutai Barat
  4. Puak Tulur Dijangkat yang mendiami daerah sekitar Barong Tongkok, Kutai Barat dan Melak, Kutai Barat
  5. Puak Melani yang mendiami daerah sekitar Kutai Lama dan Tenggarong
  • Kelompok Suku Melayu

Puak Pantun, Punang dan Melani tumbuh dan berkembang menjadi suku Kutai yang memiliki bahasa sama namun beda dialek. Dengan demikian suku Kutai adalah suku asli daerah ini. Selanjutnya secara bergelombang berdatangan suku Banjar dan Bugis, sehingga kelompok suku Melayu yang mendiami daerah Kutai terdiri atas suku Kutai, Banjar dan Bugis.

  • Kelompok Suku Dayak

Keturunan Puak Tulur Dijangkat tumbuh dan berkembang menjadi suku Dayak. Mereka berpencar meninggalkan tanah aslinya dan membentuk kelompok suku masing-masing yang sekarang dikenal sebagai suku Dayak Tunjung, Bahau, Benuaq, Modang, Penihing, Busang, Bukat, Ohong dan Bentian.

  1. Suku Tunjung mendiami daerah kecamatan Melak, Kutai Barat, Barong Tongkok, Kutai Barat dan Muara Pahu, Kutai Barat
  2. Suku Bahau mendiami daerah kecamatan Long Iram, Kutai Barat dan Long Bagun, Kutai Barat
  3. Suku Benuaq mendiami daerah kecamatan Jempang, Kutai Barat, Muara Lawa, Kutai Barat, Damai, Kutai Barat dan Muara Pahu, Kutai Barat
  4. Suku Modang mendiami daerah kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur dan Muara Wahau, Kutai Timur
  5. Suku Penihing, suku Bukat dan suku Ohong mendiami daerah kecamatan Long Apari, Kutai Barat
  6. Suku Busang mendiami daerah kecamatan Long Pahangai, Kutai Barat
  7. Suku Bentian mendiami daerah kecamatan Bentian Besar, Kutai Barat dan Muara Lawa, Kutai Barat

Orang Dayak Pitap



Orang Dayak Pitap adalah Masyarakat Adat Dayak yang biasanya dikategorikan sebagai bagian dari suku Dayak Meratus/suku Dayak Bukit yang mendiami kecamatan Tebing Tinggi, Balangan, Kalimantan Selatan.

Dayak Pitap merupakan sebutan bagi kelompok masyarakat yang terikat secara keturunan dan aturan adat, mendiami kawasan disekitar hulu-hulu sungai Pitap dan anak sungai lainnya. Sungai Pitap itu sendiri awalnya bernama sungai Kitab. Menurut keyakinan mereka, ditanah merekalah turunnya kitab yang menjadi jadi rebutan. Oleh datu mereka supaya ajaran kitab tersebut selalu ada maka kitab tersebut ditelan/dimakan atau dalam istilah mereka dipitapkan, sehingga ajaran agama mereka akan selalu ada di hati dan ada di akal pikiran. Kata kitab pun akhirnya berubah menjadi pitap sehingga nama sungai dan masyarakat yang tinggal kawasan tersebut berubah menjadi Pitap.

Sedangkan sebutan Dayak ini mengacu pada kesukuan mereka. Oleh beberapa literatur mereka dimasukkan kedalam rumpun Dayak Bukit, namun pada kenyataanya mereka lebih senang disebut sebagai orang Pitap atau Dayak Pitap, ini juga terjadi pada daerah-daerah lain di Meratus.

Para leluhur masyarakat Dayak Pitap mula-mula tinggal di daerah Tanah Hidup, yaitu daerah perbatasan antara Kabupaten Balangan dengan Kabupaten Kotabaru (dipuncak pegunungan Meratus). Tanah hidup menjadi wilayah tanah keramat yang diyakini sebagai daerah asal mula leluhur mereka hidup.

Secara administratif, orang Dayak Pitap berada di 3 Desa yaitu Dayak Pitap, Langkap dan Mayanau pada Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan.

Semula merupakan satu Dayak Pitap memiliki pemerintahan sendiri dengan pusat pemerintahan berada di Langkap. Dengan adanya peraturan sistem pemerintahan desa pada tahun 1979 dibentuk pemerintahan desa Dayak Pitap dengan pusat pemerintahan waktu itu berada di Langkap. Dayak Pitap terbagi terdiri dari 5 kampung besar yaitu

  1. Langkap
  2. Iyam
  3. Ajung
  4. Panikin
  5. Kambiyain.


Kemudian tahun 1982 wilayah Dayak Pitap dibagi menjadi 5 desa, berdasarkan peraturan menteri dalam negeri no 2/tahun 1980 tentang pedoman pembentukan, pemecahan, penyatuan dan penghapusan kelurahan dan peraturan menteri dalam negeri no 4 tahun 1981 tentang pembentukan, pemecahan, penyatuan dan penghapusan desa . Selanjutnya berdasarkan Sk camat tahun 1993 kampung Ajung digabung ke Iyam. Tahun 1998 kampung Iyam dan kampung Kambiyain digabungkan jadi satu dengan kampung Ajung dengan pusat pemerintahan di Ajung Hilir.

Secara geografis, wilayah Dayak Pitap berada di bentangan pegunungan Meratus yang terletak antara 115035'55" sampai 115047'43" Bujur timur dan 02025'32" sampai 02035'26" Lintang selatan. Jarak desa ke ibukota kecamatan 35 Km, Jarak desa ke ibukota Kab. 48 Km dan jarak desa ke ibukota propinsi 231 Km.

Sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru , sebelah barat berbatasan dengan Desa Gunung Batu dan Desa Auh, sebelah utara berbatasan dengan Halong, Balangan dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru dan Kecamatan Batang Alai Selatan, Hulu Sungai Tengah.