Jumat, 28 Mei 2010

kebudayaan Nusatenggara


Mataram, Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Barat

Peta Propinsi NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terletak di kepulauan Nusa Tenggara dengan dua pulau terbesarnya yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, selain itu masih terdapat pulau-pulau kecil lainnya. Provinsi ini memiliki enam kabupaten dan satu kotamadya dengan luas 20.153 Km2 dengan Mataram sebagai ibukotanya. Wilayahnya di utara berbatasan dengan Laut Jawa, di selatan dengan Samudera Hindia, di timur dengan Selat Sepadan di barat dengan Selat Lombok.

Penduduk propinsi terdiri atas beberapa suku asli maupun pendatang. Suku bangsaasli di Pulau Lombok adalah suku bangsa Sasak. Orang Sasak berdiam di seluruhPulau Lombok. Perkampungan tradisional mereka sekarang dapat dijumpai di Sukarare, 24 kilometer dari Mataram. Perkampungan ini umumnya dibangun di atas bukit, dikelilingi rumpun-rumpun bambu. Mereka terkenal ramah dan terampil mengerjakan kain tenun ikat.

Di Pulau Sumba, suku bangsa yang dianggap penduduk asli adalah suku bangsa Sumbawa dan suku bangsa Bima. Selain itu terdapat juga suku bangsa Bali, yang menurut catatan sejarah, sudah ada di NTB sejak abad ke-17, mendiami sekitar Mataram dan Cakranegara.

Propinsi NTB menjadi tempat bertemunya tiga kebudayaan besar di Nusantara; kebudayaan Jawa Kuno, Islam dan Hindu Bali. Pulau Lombok mempunyai budaya yang khas. Ini bisa dilihat dari bangunan bercorak Hindu Bali dapat dijumpai di Mataram. Taman Narmada, didirikan Anak Agung Gde Ngurah Karangasem pada 1727, adalah duplikat danau Segara Anak. Taman ini dibuat ketika sang raja sudah terlalu tua untuk mempersembahkan kurban ke puncak Gunung Rinjani. Di taman ini terdapat mata air awet muda dan sebuah pura Hindu untuk memuja Dewa Shiwa.

Bangunan bercorak Hindu yang telah terpengaruh Jawa Kuno dan Islam ada di taman Mayura, Cakranegara. Upacara adat maupun keagamaan di PulauLombok menampakkan ciri khas yang menunjukkan budaya tersebut melebur dengan kebudayaan Hindu dan Islam. Misalnya upacara perang ketupat, diselenggarakan tiap tahun antara Oktober dan Desember di Pulau Lingsar untuk memohon datangnya hujan dan kemakmuran. Upacara ini lebih bercorak Hindu Bali, tetapi ketupat merupakan atribut masyarakat Islam tradisional.

Propinsi ini sangat potensial dalam bidang pariwisata. Bukan saja panorama alamnya yang indah, atraksi kebudayaan daerah, peninggalan kuno, dan adat istiadatnya pun memukau. Selain pantai-pantainya yang indah, juga terdapat Danau Segara Anak yang elok di Puncak Gunung Rinjani. Untuk menikmati matahari tenggelam, orang bisa melakukannya dari Pura Segara, di bibir pantai Selat Lombok, Pura Batu Bolong dan Pura Peng Song, yang dibangun di atas sebuah bukit.

Pada zaman kuno, wilayah yang sekarang merupakan wilayah propinsi NTB dikuasai oleh beberapa kerajaan kecil. Menurut babat Lombok, kerajaan pertama dan tertua di Lombok adalah Desa Laek, yang hampir seluruh penduduknya menganut animisme. Penduduknya kemudian menyebar dan membangun negeri baru (Pamatan).

Pemimpin Pamatan adalah seorang raja yang dibantu patih, demang demung, tumenggung rangga, nyaka, lurah, dipati dan jangka. Kemudian masuklah Kerajaan Majapahit dan NTB menjadi bagian dari kerajaan yang berpusat di Pulau Jawa itu. Mahapatih Majapahit yang termasyhur, Gajah Mada, menurut catatan daun lontar pernah datang ke Lombok pada 1344.

Pada awalnya Nusa Tenggara Barat ini menjadi satu propinsi bersama dengan Bali, Sumba, dan Flores sampai Timor yang kemudian dikenal dengan nama Sunda Kecil. Ibukota propinsi Sunda Kecil ini adalah Singaraja. Baru pada 15 Agustus 1958 propinsi itu dimekarkan menjadi propinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat .

Cuaca yang kering dengan hujan yang relatif jarang turun karenanya banyak kawasan di NTB merupakan kawasan padang rumput atau sabana. Pertanian sawah tidak terlalu produktif di wilayah ini di bandingkan dengan daerah lain di Jawa atau Bali. Penduduk juga menanam kopi, kelapa, kapas dan tembakau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar